Teknologi Informasi merupakan bagian dari sejarah perkembangan Universitas Brawijaya (UB) sebagai salah satu perguruan tinggi yang terkemuka di Indonesia. Berbagai bentuk kegiatan dan usaha telah dilakukan oleh UB baik untuk kepentingan riset, pengembangan Sistem Informasi Manajemen dan pembangunan infrastruktur jaringan komputer. Seluruh kegiatan tersebut secara langsung atau tidak langsung sangat terkait erat dengan perkembangan Teknologi Informasi di kampus UB hingga saat ini. Perkembangan teknologi Internet di dunia semakin memacu UB dalam peran serta aktif mengembangkan Teknologi Informasi tersebut.

Peran fakultas/jurusan yang secara mandiri mengembangkan jaringan komputer dan koneksi Internet turut serta memperkaya usaha perkembangan TI di UB. Tidak lupa juga peran sivitas akademik UB baik secara individu maupun kelompok turut berperan penting dalam mengukir sejarah perkembangan TI di UB.

Berbagai kegiatan dan usaha tersebut banyak yang tidak tercatat atau terdokumentasikan. Satu-satunya dokumen resmi UB yang ditemukan terkait dengan konsep pengembangan TI tercatat pada tahun 1992 dan oleh karena itu menjadi awal sejarah perjalanan pengembangan TI di UB.

Selain dari pihak Puskom beberapa fakultas atau jurusan telah mengupayakan pengembangan jaringan lokal akses baik untuk kepentingan kerjasama maupun riset di lingkungan masing-masing. Tercatat dari Fakultas MIPA tahun 1994 telah mengembangkan koneksi Internet untuk kebutuhan kerjasama riset. Fakultas Teknik Elektro mengembangkan jaringan lokal di lab. komputer. Perkembangan teknologi Internet yang semakin marak di Indonesia sejak tahun 1995, memacu semangat Universitas Brawijaya mengembangkan jaringan komputer dan akses Internet untuk kepentingan riset.

Koneksi internet dari Puskom dengan perangkat modem dengan akses dial up interlokal ke ISP Indonet di Surabaya dibangun. Tidak adanya ISP di kota Malang cukup menyulitkan perkembangan akses Internet di UB.

Pada tahun 1998, Puskom Unibraw bekerjasama dengan Tim JalinNet dari Fakultas Teknik Elektro dalam mengembangkan sistem jaringan komputer beserta layanan-layanannya. Kolaborasi dengan Tim JalinNet merupakan awal pengembangan sistem jaringan komputer secara menyeluruh dengan mengimplementasikan teknologi-teknologi terbaru. Awal standarisasi operasi sistem seluruh server di UB menggunakan Linux RedHat.

Diluncurkannya situs resmi Universitas Brawijaya generasi ke-2 kerjasama antara PUSKOM, BAPSI dan JalinNet.

Pada awal 2001, dibentuklah UPPTI (Unit Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi) yang bertanggungjawab untuk mempercepat pengembangan dan layanan akses jaringan dan internet di Universitas Brawijaya pada tanggal 6 Februari 2002. Setelah terbentuk UPPTI, Fakultas MIPA bergabung dengan jaringan Universitas.

UPPTI mulai membangun sistem email khusus untuk layanan kepada mahasiswa, (students.brawijaya.ac.id), yang kemudian diubah menjadi  (http://student-mail.brawijaya.ac.id) dengan penambahan fitur Webmail (22 Agustus), dengan kapasitas 7000 user. Dilanjutkan dengan  pembangunan SIAKAD generasi ke-4, dimulai oleh UPPTI menindak lanjuti pengembangan prototipe SIAKAD yang telah dibuat tahun 1999. Pada tahun ini, UPPTI juga meluncurkan situs Universitas Brawijaya generasi ke 4, dengan layanan-layanan informasi yang lebih lengkap, seperti: ebook, netmon, forum diskusi, webmail, Balung, dan juga meluncurkan program SCS (Students Computer Services) yang merupakan fasilitas komputer bagi mahasiswa untuk akses Internet dan rental komputer khusus untuk mahasiswa UB.

Pada tahun 2007 dibentuk Unit Teknologi Informasi dan Komunikasi berdasarkan Cetak Biru TIK Universitas Brawijaya. Unit ini merupakan penggabungan dari Pusat Komputer (Puskom) dan Unit Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi (UPPTI, yang sejak saat itu menjadi PPTI).

Pada 2010, PPTI mulai menerapkan sistem Radius untuk manajemen akses layanan internet di Universitas Brawijaya. Setiap pengguna yang ingin mengakses jaringan internet Universitas Brawijaya harus memiliki akun Radius dan melakukan log in.

Pada tahun 2010 ini, UB menggunakan 2 ISP untuk koneksi Internetnya, yaitu Astinet 30 Mbps dan Indosat 10 Mbps. Astinet 30 Mbps digunakan untuk internal UB dan Indosat 10 Mbps digunakan untuk zona server UB. Disamping itu, UB juga menggunakan links STM 1 155 Mbps untuk backbone Inherent ke ITS, UGM, ITB, UI dan UNEJ, dan links 7 Mbps untuk backbone inherent ke universitas-universitas yang ada di Malang.

Kini, keadaan network UB bisa senantiasa dipantau dengan mengakses alamat http://netmon.ub.ac.id

Untuk mengakses layanan internet di UB, pengguna juga bisa menggunakan kabel yang telah terpasang di ruang-ruang Gedung atau dengan layanan akses WiFI yang dapat diperoleh hampir diseluruh lingkungan UB.

Tahun ini juga, PPTI berhasil mengembangkan sistem email baru untuk staff, dosen, dan mahasiswa Universitas Brawijaya dengan alamat mail@ub.ac.id, dimana username dan password email ini juga dipergunakan untuk melakukan login penggunaan layanan Radius/Akses Internet UB.

Selain itu, PPTI juga mengembangkan sistem seleksi beasiswa secara online, dimana pendaftar melakukan registrasi secara dan data mereka diproses secara online.

Mulai tahun 2010, semua registrasi untuk mahasiswa baru, baik untuk tingkat vokasi (D1/D3), S1, S2), maupun S3 dilakukan secara online menggunakan sistem SIAKAD yang telah dikembangkan oleh PPTI. Sistem online ini diharapkan dapat memudahkan mahasiswa dalam melakukan registrasi dan memudahkan pengumpulan data.

Pada tahun ini, Universitas Brawijaya membuka cabang kampus di Jakarta dan Kediri, dengan sistem pendataan yang juga dilakukan secara online.